Sistem Skor: Rally Point 21

Pertandingan bulu tangkis terdiri dari best of 3 game dengan sistem rally point: setiap reli menghasilkan satu poin bagi pemenangnya, siapa pun yang melakukan servis. Pemenang game adalah pemain atau pasangan yang pertama mencapai 21 poin.

Jika skor imbang 20-20, pemenang harus unggul 2 poin lebih dulu. Jika skor mencapai 29-29, poin ke-30 menjadi penentu. Pihak yang memenangkan satu game berhak melakukan servis pertama di game berikutnya.

Ukuran Lapangan dan Net

Lapangan bulu tangkis untuk nomor ganda berukuran 13,4 meter x 6,1 meter, sedangkan untuk tunggal lebarnya 5,18 meter. Net dipasang setinggi 1,524 meter di tengah lapangan (1,55 meter di tiang).

Saat skor mencapai 11, pemain mendapat interval 60 detik. Jeda 2 menit diberikan antar game, dan pada game ketiga pemain bertukar sisi saat skor mencapai 11.

Aturan Servis

Servis harus dilakukan dengan memukul kok di bawah pinggang dan di bawah lengan server — servis overarm tidak diizinkan BWF. Kaki server tidak boleh terangkat atau bergeser sebelum kok dipukul.

Pada nomor tunggal, servis dilakukan dari kotak servis kanan saat skor server genap, dan dari kiri saat ganjil. Pada nomor ganda berlaku pola yang sama, dengan rotasi servis antar pasangan sesuai aturan.

Pelanggaran yang Memberi Poin ke Lawan

Sejumlah kesalahan (fault) membuat poin jatuh ke lawan: kok jatuh di luar garis lapangan, kok menyentuh net dan tidak menyeberang, atau kok dipukul dua kali.

Pelanggaran lain termasuk raket atau bagian tubuh menyentuh net, raket melewati net saat memukul, servis yang salah, serta sengaja mengganggu konsentrasi lawan. Memahami daftar ini membantu menghindari kehilangan poin yang tidak perlu.

Sejarah Singkat Bulu Tangkis

Bulu tangkis berakar dari permainan Poona di India pada abad ke-19, lalu dibawa tentara Inggris ke Eropa dan dipopulerkan di Badminton House — asal nama olahraga ini. Federasi internasional IBF didirikan pada 1934 dan berubah nama menjadi BWF pada 2006.

Bulu tangkis resmi menjadi cabang Olimpiade pada Barcelona 1992, dan sejak itu menjadi salah satu olahraga andalan Indonesia di ajang internasional.