513,89 Hektare Lahan di Tanjung Puting Terbakar
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali ditemukan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas kebakaran di kawasan konservasi orangutan itu mencapai 513,89 hektare.
Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan titik api berada di wilayah Kabupaten Kotawaringin Barat dan Seruyan. Meski arealnya merupakan lahan mineral bukan lahan gambut, kebakaran ini menjadi perhatian utama karena berada di kawasan konservasi yang dilindungi.

639,23 Hektare di Enam Provinsi Masih Ditangani
Secara keseluruhan, 639,23 hektare lahan di enam provinsi prioritas masih terbakar dan dalam penanganan satuan tugas di lapangan. Enam provinsi tersebut adalah Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, dan Riau.
Data BNPB menunjukkan secara kumulatif 129.899,59 hektare lahan terbakar di enam provinsi tersebut, dan 129.260,36 hektare di antaranya telah berhasil dipadamkan. Laporan ini disampaikan Suharyanto kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (12/10/2026).
Asap Tebal Hambat Water Bombing
Upaya pemadaman dari udara belum berjalan optimal. Kabut asap tebal membuat jarak pandang tidak aman untuk penerbangan, sehingga operasi helikopter water bombing dan modifikasi cuaca terhambat di Kalimantan Tengah.
Pemadaman pun lebih banyak mengandalkan operasi darat. Petugas gabungan TNI, Polri, dan relawan terus berjibaku di lapangan dengan jangkauan penanganan hingga 692 hektare per hari. Pangdam Kalimantan Tengah memimpin langsung penanganan di lapangan, didukung penambahan personel dan peralatan serta koordinasi cuaca dengan BMKG.
Prabowo Perintahkan Penanganan Besar-besaran
Presiden Prabowo mengaku terkejut mendengar sisa area terbakar tinggal 639 hektare. Ia semula mengira kebakaran masih meluas puluhan ribu hektare seperti beberapa pekan sebelumnya.
Sebagai langkah cepat, Prabowo memerintahkan pengiriman 200 unit pompa air dari Pulau Jawa serta menyiapkan dana Rp2 miliar untuk pengeboran 200 titik air. Ia menegaskan, penanganan karhutla harus dilakukan besar-besaran dengan melibatkan seluruh lembaga, seraya menyiapkan pencegahan dini jangka panjang termasuk penambahan personel penjaga kawasan hutan.



