Serangan Baru Warnai Peringatan Tiga Tahun
Israel melancarkan serangan baru di Gaza pada Rabu (7/10/2026), bertepatan dengan peringatan tiga tahun serangan Hamas pada 7 Oktober 2023. Pejabat Palestina melaporkan dua orang tewas dalam serangan tersebut.
Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza City melaporkan dua orang tewas dalam serangan Israel semalam. Pertahanan sipil Gaza menyebut salah satu korban, Mohamed Tamous, sebagai relawan layanan penyelamatan yang tewas saat bekerja mengevakuasi jenazah di Gaza utara. Militer Israel (IDF) membenarkan ada serangan di area tersebut tanpa memberi rincian.
Kekerasan ini terjadi hampir setahun setelah gencatan senjata 10 Oktober 2025 diberlakukan. Sejak gencatan senjata berlaku, serangan hampir setiap hari dilaporkan menewaskan sedikitnya 1.460 warga Gaza dan melukai lebih dari 5.000 lainnya, menurut otoritas setempat.
Korban: 74.000 Warga Palestina, 1.200 di Israel
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza yang dinilai kredibel oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), jumlah korban tewas akibat perang Israel di Gaza telah melampaui 74.200 orang, dengan lebih dari 175.000 orang terluka. Kementerian tidak membedakan korban sipil dan kombatan. Konflik tersebut juga menyebabkan hampir separuh penduduk Gaza mengungsi dan menghancurkan sebagian besar kawasan permukiman.
Dari sisi Israel, serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 menewaskan sekitar 1.200 orang di Israel dan membawa 251 orang sebagai sandera ke Gaza, sebelum eskalasi berujung pada operasi militer Israel yang berlangsung bertahun-tahun di Jalur Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina juga mencatat 1.467 orang tewas di Gaza sejak gencatan senjata 10 Oktober 2025 berlaku — angka yang menunjukkan konflik belum benar-benar berhenti meski kesepakatan formal telah ditandatangani.
Peringatan di Kedua Sisi
Di Israel, warga menggelar upacara peringatan di lokasi festival musik Nova dekat perbatasan Gaza, tempat 348 orang tewas saat serangan Hamas tiga tahun lalu. Keluarga korban menggelar momen hening sekitar pukul 06.29 waktu setempat — dentuman ledakan dari arah Gaza dilaporkan terdengar hingga ke lokasi tersebut, menurut AFP.
Peringatan juga berlangsung di Hostage Square, Tel Aviv. Tahun ini menjadi peringatan pertama bagi Israel tanpa adanya sandera yang masih berada di Gaza: seluruh sandera, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, telah dipertukarkan dengan warga Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel, sementara jenazah sandera terakhir ditemukan pada Januari.
Di Gaza, warga sipil juga terdampak pembatasan akses. Menteri Pertahanan Israel Israel Katz memerintahkan penutupan perlintasan ke Gaza dan Tepi Barat pada 5 dan 7 Oktober, dan badan koordinator pemerintah Israel (COGAT) menyatakan bantuan kemanusiaan tidak akan masuk Gaza selama perlintasan ditutup.
PBB Desak Gencatan Senjata Permanen
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mendesak gencatan senjata di Jalur Gaza ditingkatkan menjadi penghentian pertempuran yang permanen. Seruan itu disampaikan pada Senin (5/10/2026), menjelang tiga tahun serangan 7 Oktober 2023, ketika kondisi kemanusiaan di Gaza masih jauh dari pulih meski gencatan senjata telah berlangsung hampir satu tahun.
"Pertempuran dahsyat yang terjadi setelah (serangan itu) telah menimbulkan penderitaan yang tak terkira bagi warga Palestina di Gaza, termasuk korban jiwa yang sangat besar, pengungsian, dan kehancuran. Warga sipil terus mengalami kondisi yang tak tertahankan. Penderitaan mereka pun menuntut untuk diakhiri, sekarang," kata Guterres.
Tiga tahun berselang sejak 7 Oktober 2023, konflik di Gaza masih terus berjalan dan meninggalkan dampak yang sulit dipulihkan — bagi warga Palestina maupun Israel.



