Harga Minyakita Melampaui HET

Harga minyak goreng kemasan bersubsidi Minyakita masih melampaui harga eceran tertinggi (HET) di sejumlah daerah. Padahal pemerintah menetapkan HET Minyakita sebesar Rp15.700 per liter.

Di Kalimantan Barat, berdasarkan data Sistem Informasi Bahan Pokok dan Penting (Sibapokting) per 13 Oktober 2026, Minyakita tercatat Rp16.000 hingga Rp16.300 per liter. Kondisi serupa terjadi di Pekanbaru, Riau, di mana harga di pasaran bahkan menembus Rp20.000 per liter.

Lonjakan harga ini membuat pemerintah daerah turun tangan. Pemerintah Kota Pekanbaru menyatakan akan mengintervensi harga Minyakita melalui operasi pasar agar kembali mendekati HET.

Harga Minyakita di Atas HET, Pekanbaru Siapkan Operasi Pasar
Ilustrasi kemasan minyak goreng Minyakita. (Sumber: Pasardana)

Pekanbaru Siapkan Operasi Pasar

Pj Sekretaris Daerah Kota Pekanbaru Ingot Ahmad Hutasuhut menyampaikan operasi pasar dalam bentuk pasar murah menjadi salah satu opsi untuk menstabilkan harga Minyakita di pasaran.

Untuk pelaksanaan operasi pasar, Pemko Pekanbaru akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Bulog. Nantinya Bulog memasok Minyakita sehingga harganya bisa dijual di bawah harga pasar.

Sejauh ini Pemko Pekanbaru selalu berkoordinasi dengan distributor dan Satgas Pangan terkait pasokan Minyakita, untuk memastikan jalur distribusi tidak terhambat dan pasokan berjalan seperti biasa.

Distribusi Tersendat, Bahan Pokok Lain Ikut Mahal

Ingot menyebut ada kendala pada distribusi yang tidak sesuai harapan. Minyakita yang seharusnya sudah dijual ke pengguna justru dijual kembali ke ritel, sehingga harga di tingkat konsumen terdongkrak.

Guna memastikan pasokan lancar, Pemko Pekanbaru telah meminta distributor mengalokasikan pasokan ke pasar-pasar agar tidak mengalami hambatan.

Selain Minyakita, sejumlah bahan pokok di Kalbar juga terpantau mahal. Cabai rawit merah berada di kisaran Rp123.000-Rp126.000 per kg, daging ayam ras Rp44.000-Rp45.500 per kg, dan minyak goreng sawit curah sekitar Rp21.000-Rp21.500 per liter.

Pemko Pekanbaru menegaskan akan melihat perkembangan situasi terlebih dahulu. Jika harga tinggi terus berlangsung, operasi pasar akan segera digelar demi kenyamanan warga, sesuai arahan wali kota.

Di sisi lain, warga Kalbar dapat memantau harga bahan pokok setiap hari melalui portal Sibapokting milik pemerintah provinsi, dengan memilih komoditas, periode, dan wilayah yang diinginkan. Transparansi data harga diharapkan membantu warga dan pemerintah memantau pergerakan pasar.