Dicekal Jelang Boarding di Bandara Soetta

Mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur KH Marzuki Mustamar gagal menunaikan ibadah umrah setelah namanya disebut masuk daftar blacklist Arab Saudi. Peristiwa pencekalan itu terjadi di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada Senin (5/10/2026), tepat menjelang ia naik pesawat.

Kiai Marzuki menceritakan, pagi itu ia terbang dari Bandara Juanda Surabaya menuju Jakarta tanpa kendala. Setelah mengurus keimigrasian dan masuk ruang tunggu, penerbangannya ke Arab Saudi yang semula dijadwalkan pukul 15.15 WIB tertunda hingga pukul 18.50 WIB. "Saya tidak jadi umrah. Saat sudah bersiap naik pesawat, tahu-tahu dipanggil dan diberitahu tidak boleh masuk Saudi," kata Kiai Marzuki dalam klarifikasinya melalui akun TikTok @ngaosabah dan kanal YouTube-nya, Senin (12/10/2026).

Dalam rombongan tersebut, Kiai Marzuki sedianya membimbing jemaah umrah dari biro perjalanan Tombo Ati. Karena pencekalan mendadak itu, adiknya yang mendampingi memilih ikut membatalkan keberangkatan, sementara istri dan anaknya tetap melanjutkan perjalanan umrah tanpa hambatan.

KJRI Riyadh Gagal Melobi Otoritas Saudi

Kiai Marzuki mengatakan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Riyadh sempat berupaya berkoordinasi dan melobi otoritas keamanan Arab Saudi agar ia diizinkan masuk. Namun upaya diplomasi tersebut belum membuahkan hasil hingga batas waktu keberangkatan tiba.

Ia menyebut paspor dan visa Arab Saudi miliknya lengkap dan sah, sehingga pencekalan tersebut terjadi di luar persoalan administrasi. Hingga Senin (12/10/2026), belum ada penjelasan resmi dari otoritas Arab Saudi mengenai alasan larangan masuk tersebut.

Akibat kejadian itu, pengasuh Pondok Pesantren Sabilurrosyad, Gasek, Kota Malang itu memutuskan kembali ke kediamannya untuk mengasuh para santri, sementara bimbingan ibadah umrah bagi jemaahnya terpaksa dilakukan secara daring.

Dugaan Kiai Marzuki soal Alasan Pencekalan

Meski tidak mengetahui alasan pasti, Kiai Marzuki menduga keputusan tersebut berkaitan dengan pertimbangan keamanan atau adanya pihak yang menyampaikan keberatan kepada otoritas Arab Saudi mengenai kehadirannya. Ia juga menyinggung kemungkinan adanya perbedaan pandangan yang melatarbelakangi peristiwa tersebut.

"Ada kemungkinan faktor keamanan. Mungkin juga wallahu a'lam ada pihak yang kurang menyukai saya lalu memberikan masukan ke otoritas sana agar saya dilarang masuk," ujarnya.

Meski langkahnya tertahan, Kiai Marzuki mengaku legowo dan mengambil hikmah dari peristiwa itu. Ia menegaskan bahwa menuntut ilmu dan mengajar santri tidak kalah besar pahalanya.