Bacaan Niat Puasa Ramadhan
Niat merupakan rukun penting dalam puasa. Tanpa niat, puasa tidak sah meski seseorang menahan lapar dan haus seharian penuh. Berikut bacaan niat puasa Ramadhan yang umum diajarkan:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shouma ghodin ‘an adaa’i fardhi syahri romadhoona hadzihis sanati lillahi ta’ala. Artinya: “Aku berniat puasa esok hari untuk menunaikan fardhu bulan Ramadhan tahun ini karena Allah Ta’ala.”
Kapan Waktu Membaca Niat
Berdasarkan ketentuan fikih, niat puasa Ramadhan dibaca pada malam hari, mulai terbenamnya matahari (Maghrib) hingga sebelum terbit fajar (Subuh). Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa belum berniat di malam hari sebelum terbit fajar, maka tidak ada puasa baginya (HR Ad-Daruquthni dan Al-Baihaqi).
Di Indonesia, waktu yang paling umum adalah setelah sholat Tarawih, ketika imam biasanya memandu jemaah membaca niat bersama. Batas akhirnya adalah saat sahur, sebelum adzan Subuh berkumandang. Perlu diingat, bunyi sirine imsak (sekitar 10 menit sebelum Subuh) hanyalah waktu kehati-hatian, bukan batas akhir niat.
Niat Puasa Sebulan Penuh
Sebagian ulama dari mazhab Maliki membolehkan niat puasa dilakukan sekaligus untuk satu bulan penuh pada malam pertama Ramadhan, sebagai antisipasi bila suatu malam lupa membaca niat. Bacaannya: “Nawaitu shouma syahri romadhoona kullihi lillaahi ta’aala” (Aku niat puasa bulan Ramadhan sebulan penuh karena Allah Ta’ala).
Meski demikian, mayoritas ulama tetap menganjurkan memperbarui niat setiap malam sebagai bentuk kehati-hatian dalam menjalankan ibadah wajib. Tempat utama niat adalah di dalam hati; melafalkannya dengan lisan dianjurkan untuk memantapkan hati.
Tata Cara Puasa Ramadhan
Setelah berniat, tata cara puasa Ramadhan diawali dengan makan sahur yang hukumnya sunnah dan penuh berkah. Sejak terbit fajar (Subuh) hingga terbenam matahari (Maghrib), umat Muslim menahan diri dari makan, minum, dan segala hal yang membatalkan puasa.
Saat waktu Maghrib tiba, disunnahkan menyegerakan berbuka. Rasulullah SAW mengajarkan doa berbuka: “Dzahaba zhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabata ajru in syaa’ Allah” — “Rasa haus telah hilang, urat-urat telah basah, dan pahala telah ditetapkan, insya Allah.”




