Seblak, Jajanan Pedas Legendaris dari Bandung

Seblak adalah jajanan khas Bandung yang digemari dari anak-anak hingga orang dewasa. Ciri khasnya adalah kerupuk yang dimasak hingga kenyal, kuah pedas yang nampol, dan aroma kencur yang langsung tercium sejak suapan pertama.

Awalnya seblak hanya berisi kerupuk dan makaroni, tetapi kini isiannya semakin beragam. Membuat seblak sendiri di rumah memungkinkan kita mengatur level pedas dan memilih isian favorit sesuka hati.

Bahan dan Bumbu Halus Seblak

Siapkan 100 gram kerupuk mentah (kerupuk aci atau kerupuk warna-warni), 1 butir telur, 5 butir bakso yang diiris, 2 buah sosis yang diiris serong, segenggam makaroni, segenggam sawi hijau atau kol, 500 ml air atau kaldu ayam, serta garam, gula, dan kaldu bubuk secukupnya.

Untuk bumbu halus: 5 siung bawang merah, 3 siung bawang putih, 2 ruas jari kencur (jangan dilewatkan, ini kuncinya), cabai rawit merah sesuai level pedas, 3 buah cabai merah keriting agar warna kuah cantik, dan 2 butir kemiri agar kuah lebih gurih.

Langkah Membuat Seblak Pedas

Rendam kerupuk mentah dalam air panas selama 20-30 menit hingga lunak kenyal, atau rebus sebentar lalu tiriskan dan rendam air dingin. Lakukan hal yang sama pada makaroni. Haluskan semua bumbu halus dengan blender atau ulekan.

Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus hingga harum, benar-benar matang, dan berubah warna menjadi merah pekat. Pinggirkan bumbu, masukkan telur lalu orak-arik. Tuang air atau kaldu, tunggu mendidih, lalu masukkan bakso, sosis, kerupuk, dan makaroni. Bumbui dengan garam, gula, dan kaldu bubuk, koreksi rasa hingga gurih pedasnya seimbang. Terakhir masukkan sawi, masak sebentar, lalu angkat dan sajikan panas.

Tips Level Pedas dan Tekstur Kenyal

Atur jumlah cabai rawit sesuai keberanian: 5 buah untuk level santai, 15 buah untuk level berani. Jangan merebus kerupuk terlalu lama karena akan hancur menjadi bubur; tekstur kenyal adalah nyawa seblak.

Untuk rasa mirip gerobakan, tambahkan sedikit saus tiram dan kecap manis ke dalam kuah. Sajikan seblak segera selagi panas karena kerupuk akan terus menyerap kuah dan melunak jika didiamkan terlalu lama.