Dilantik Jadi Menlu RI 1 Oktober 2026
Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Arrmanatha Christiawan Nasir sebagai Menteri Luar Negeri RI di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10/2026). Penunjukan ini menandai naiknya seorang diplomat karier ke posisi tertinggi di Kementerian Luar Negeri.
Pria yang akrab disapa Tata itu menggantikan Sugiono yang sebelumnya menjabat Menteri Luar Negeri sejak Oktober 2024. Dalam perombakan kabinet kali ini, Sugiono bergeser menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Sebelum menduduki kursi Menlu, Tata telah lebih dulu menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri sejak dilantik pada 21 Oktober 2024, mendampingi Sugiono yang saat itu memimpin Kementerian Luar Negeri.
Latar Belakang dan Pendidikan Arrmanatha Nasir
Arrmanatha Christiawan Nasir lahir di Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971. Ia menempuh pendidikan sarjana di bidang ekonomi di University of Buckingham, Inggris, kemudian melanjutkan studi Master of Business Administration (MBA) di University of Leicester.
Pendidikan akademiknya berlanjut di Indonesia dengan mengambil program Magister Hubungan Internasional di Universitas Indonesia. Latar belakang pendidikan ekonomi dan hubungan internasional tersebut menjadi bekal dalam perjalanan kariernya yang banyak berkaitan dengan isu ekonomi global, pembangunan, dan perdagangan.
Sebelum menekuni dunia diplomasi, Tata sempat berkarier di sektor perbankan, di antaranya sebagai account executive di Bank Danamon pada 1995-1996 dan bekerja di Bank Dagang Negara pada 1996-1997.
Jejak Karier Diplomatik Sejak 1997
Arrmanatha mengawali karier diplomatiknya pada 1997. Dalam perjalanan kariernya, ia pernah bertugas sebagai Sekretaris Kedua dan negosiator Indonesia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), termasuk dalam isu perdagangan pertanian.
Ia juga pernah bertugas di Direktorat Jenderal Urusan Multilateral dan menangani isu ekonomi serta pembangunan dalam forum Majelis Umum PBB. Salah satu posisi yang cukup dikenal adalah saat ia dipercaya menjadi juru bicara Kementerian Luar Negeri pada 2014-2019.
Pada 2019, ia ditunjuk sebagai Duta Besar RI untuk Prancis, merangkap Andorra, Monako, serta UNESCO di Paris. Setelah itu, pada 2021 ia ditunjuk sebagai Duta Besar sekaligus Wakil Tetap RI untuk PBB di New York, hingga akhirnya menjadi Wakil Menteri Luar Negeri pada Oktober 2024.
Penghargaan dan Kiprah Multilateral
Selama menjalankan tugas diplomatik di Prancis, pemerintah Prancis memberikan penghargaan Commandeur de la Legion d'Honneur pada 2021. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusinya dalam memperkuat hubungan bilateral Indonesia dan Prancis.
Pengalaman panjangnya di diplomasi multilateral membuat sebagian besar perjalanan kariernya bersinggungan dengan isu diplomasi internasional, dari perdagangan dunia hingga forum PBB. Kini, sebagai Menlu, ia menegaskan pelindungan WNI di luar negeri akan tetap menjadi prioritas utama kepemimpinannya.



