Zelenskyy: Rusia Terus Serang Fasilitas Energi

KYIV — Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan Rusia terus menyerang infrastruktur energi negaranya, meski Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim kedua pihak telah menyetujui gencatan senjata energi. Pernyataan itu disampaikan Zelenskyy pada Selasa malam hingga Rabu pagi (13–14/10/2026), setelah serangan malam ketiga berturut-turut menghantam jaringan listrik dan fasilitas minyak-gas Ukraina.

Menurut Zelenskyy, Rusia menembakkan 39 rudal balistik dan lebih dari 120 drone dalam serangan tersebut. Total enam pembangkit listrik diserang, termasuk tiga pembangkit listrik tenaga panas gabungan di Kyiv sekaligus. Akibatnya, lebih dari 600.000 orang kehilangan pasokan listrik. Serangan di Kyiv menewaskan lima orang dan melukai 36 lainnya, menurut data kepolisian Kyiv.

"Even after yesterday's messages from (Trump) ... Putin attacked our gas infrastructure," kata Zelenskyy dalam wawancara Fox News, Senin (12/10/2026). "I'm not sure that Putin is ready," tambahnya.

Trump Klaim Gencatan Senjata, Kremlin Tak Menegaskan

Trump mengumumkan lewat media sosial pada Minggu (11/10/2026) bahwa Rusia dan Ukraina sepakat menghentikan serangan ke fasilitas energi, dan berlaku segera. "Do not break it!" tulis Trump.

Namun sehari kemudian, Zelenskyy mengaku sangat terkejut saat berbicara di Warsaw Security Forum, Polandia, Senin (12/10/2026). Rusia menyerang pembangkit listrik Kharkiv, fasilitas produksi gas, dan SPBU sipil hanya beberapa jam setelah pengumuman Trump. Ukraina sendiri menyatakan telah menahan diri tidak menyerang fasilitas energi Rusia sejak pengumuman tersebut.

Trump bersikeras kesepakatan itu berlaku, meski mengakui ada pelanggaran dari kedua belah pihak. Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov hanya menyebut "kontak masih berlangsung" tanpa menegaskan Rusia menyetujui gencatan senjata. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menolak jeda pertempuran, sementara Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas mengatakan belum melihat tanda Rusia akan mematuhi kesepakatan.

Zelenskyy Terbang ke London Temui PM Inggris

Di tengah eskalasi, Zelenskyy tiba di London pada Rabu (14/10/2026) untuk bertemu Perdana Menteri Inggris Andy Burnham guna membahas bantuan tambahan menghadapi Rusia. Ukraina diketahui telah menghentikan kampanye serangannya ke kilang-kilang minyak Rusia; serangan terakhir tercatat pada Jumat (9/10/2026).

"Russia has squandered the opportunity for de-escalation and has clearly chosen to continue its insane war of annihilation," tulis Zelenskyy melalui media sosial. Zelenskyy juga menolak tuduhan Trump bahwa serangan Ukraina ke kilang minyak menjadi penyebab tingginya harga solar di AS. Menurutnya, penyebabnya adalah pemblokiran Selat Hormuz. Di sisi lain, keputusan Trump meneken kesepakatan impor solar dari Rusia dikritik enam senator AS dari dua partai karena dinilai menyelamatkan keuangan Presiden Vladimir Putin.