Mengapa Penting Mengetahui Berat Badan Ideal?

Berat badan ideal bukan sekadar soal penampilan — berat badan berlebih maupun kurang sama-sama meningkatkan risiko masalah kesehatan, mulai dari penyakit jantung, diabetes, hingga gangguan sistem kekebalan tubuh.

Kabar baiknya, menghitung berat badan ideal bisa dilakukan sendiri di rumah tanpa alat khusus. Dua metode paling populer adalah Indeks Massa Tubuh (IMT) dan rumus Broca, yang hanya membutuhkan data tinggi dan berat badan.

Cara 1: Menghitung dengan IMT

IMT (Indeks Massa Tubuh) adalah metode yang diakui WHO dan Kementerian Kesehatan RI. Rumusnya: IMT = berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (meter). Contoh: berat 70 kg dengan tinggi 170 cm — kuadratkan tinggi (1,7 x 1,7 = 2,89), lalu bagi 70 dengan 2,89 = 24,22 kg/m2.

Interpretasi menurut Kemenkes RI: di bawah 17,0 sangat kurus; 17,0-18,4 kurus ringan; 18,5-25,0 normal; 25,1-27,0 kelebihan berat badan ringan; dan di atas 27,0 obesitas. Untuk populasi Asia, rentang normal berada di kisaran 18,5-22,9.

Cara 2: Menghitung dengan Rumus Broca

Rumus Broca lebih sederhana karena hanya membutuhkan tinggi badan dan dibedakan menurut jenis kelamin. Rumus ini diperkenalkan oleh dokter asal Prancis, Pierre Paul Broca, pada tahun 1871. Untuk pria: berat ideal (kg) = (tinggi cm − 100) − 10%. Untuk wanita: berat ideal (kg) = (tinggi cm − 100) − 15%.

Contoh: pria dengan tinggi 170 cm — (170 − 100) − 10% = 70 − 7 = 63 kg. Wanita dengan tinggi 158 cm — (158 − 100) − 15% = 58 − 8,7 = 49,3 kg. Metode ini cepat, tetapi kurang akurat untuk tubuh yang sangat besar atau sangat kecil.

Keterbatasan Kedua Metode

IMT adalah metode tercepat bagi tenaga kesehatan untuk menilai berat badan, tetapi ia tidak membedakan massa otot dan lemak. Akibatnya, IMT bisa keliru menilai atlet atau binaragawan yang berotot sebagai kelebihan berat badan.

IMT juga tidak disarankan untuk mengevaluasi berat badan anak dan remaja, ibu hamil, penderita atrofi otot, serta orang di atas 64 tahun. Untuk penilaian yang menyeluruh — termasuk komposisi tubuh dan faktor risiko penyakit — konsultasikan ke dokter atau ahli gizi.