Penyakit Tidak Menular Sebabkan 1,3 Juta Kematian per Tahun
Penyakit tidak menular (PTM) menjadi pembunuh senyap paling mematikan di Indonesia. Berdasarkan data World Health Organization (WHO) pada 2025, sekitar 1,378 juta kematian akibat penyakit tidak menular terjadi di Indonesia setiap tahun, setara dengan 53 persen dari seluruh kematian dalam setahun.
Angka tersebut disampaikan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar dalam peringatan Patient Safety Day 2026 di Universitas Pelita Harapan, Tangerang, Banten, pada 1 Oktober 2026. "Ada 1,378 juta kematian akibat penyakit tidak menular. Ini bukan di seluruh dunia, ini di Indonesia," ujarnya.
Jenis PTM yang dominan adalah hipertensi atau tekanan darah tinggi, diabetes, dan obesitas. Mengacu pada Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 18 tahun ke atas mencapai 30,8 persen, diabetes pada usia 15 tahun ke atas mencapai 11,7 persen, dan obesitas pada usia 18 tahun ke atas mencapai 23,4 persen. Yang mengkhawatirkan, penyakit-penyakit ini mulai menyerang kelompok usia muda.
CKG 2026 Temukan 7,13 Juta Kasus Hipertensi
Temuan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) 2026 mengonfirmasi besarnya beban penyakit tidak menular. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat dari 73,1 juta peserta yang diperiksa, sebanyak 7,13 juta orang terdeteksi mengalami hipertensi dan 7,25 juta lainnya berada dalam kondisi pre-hipertensi. Temuan diabetes mencapai 1,19 juta kasus, sedangkan 2,49 juta orang berada dalam kondisi pre-diabetes.
Lebih memprihatinkan, banyak temuan tersebut belum ditindaklanjuti dengan pengobatan. Dari 9,2 juta peserta yang pada pemeriksaan sebelumnya tercatat sehat, sekitar 1 juta kini terdeteksi mengalami hipertensi. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan hipertensi dan diabetes kerap tidak menunjukkan gejala pada tahap awal, sehingga pemeriksaan kesehatan berkala menjadi kunci deteksi dini sebelum berkembang menjadi komplikasi.
Stroke dan Jantung Jadi Penyebab Kematian Tertinggi
Menkes Budi Gunadi Sadikin menyebut stroke sebagai penyebab kematian nomor satu di Indonesia, disusul penyakit jantung di urutan kedua, kanker ketiga, dan ginjal keempat. Khusus stroke, jantung, dan ginjal — yang penyebab utamanya adalah hipertensi, diabetes, dan kolesterol — jumlah kematiannya mencapai sekitar 750 ribu per tahun.
Data Kemenkes juga menunjukkan penyakit jantung menyebabkan sekitar 260.000 kematian per tahun, menjadikannya penyebab kematian tertinggi kedua setelah stroke. Prevalensi penyakit jantung cenderung meningkat pada usia produktif hingga lanjut usia, yakni 1,3 persen pada kelompok usia 35–44 tahun dan 2,4 persen pada kelompok 45–54 tahun.
Cara Mencegah Penyakit Tidak Menular
Taruna Ikrar mengingatkan penyakit tidak menular sangat berbahaya karena pada umumnya diderita pasien seumur hidup. Karena itu, pencegahan menjadi langkah paling penting melalui penerapan gaya hidup sehat secara konsisten. Langkah-langkahnya sederhana: rutin beraktivitas fisik, menjaga pola makan sehat, menghindari rokok dan alkohol, menjaga berat badan ideal, mengelola stres, serta tidur dengan cukup.
Pemeriksaan kesehatan berkala juga menjadi benteng penting. Melalui CKG, masyarakat dapat mengetahui kondisi tekanan darah, gula darah, dan kolesterol sejak dini, dan obat untuk penyakit tersebut dapat diperoleh secara gratis di Puskesmas sesuai anjuran tenaga kesehatan. Menkes menegaskan penyakit-penyakit ini bisa dicegah asalkan masyarakat mau memeriksakan diri secara rutin dan menindaklanjuti hasilnya.



