Kenali Gejala Asam Urat

Penyakit asam urat terjadi ketika zat purin yang masuk ke tubuh dalam jumlah banyak berubah menjadi asam urat melalui metabolisme. Ketika kadarnya berlebih, ginjal tidak mampu membuang semuanya sehingga kristal asam urat menumpuk di persendian. Akibatnya sendi terasa nyeri, membengkak, meradang, panas, dan kaku.

Serangan asam urat umumnya datang tiba-tiba, sering kali pada malam hari, dengan nyeri hebat di jempol kaki, pergelangan kaki, lutut, atau jari-jari tangan. Sendi yang terserang tampak bengkak dan kemerahan, terasa hangat saat disentuh, dan sulit digerakkan. Pada kasus berat, penderita bahkan sulit berjalan karena sendi terasa sangat sakit saat bergerak.

Pantangan: Makanan Tinggi Purin

Mengendalikan asam urat sangat bergantung pada pembatasan makanan tinggi purin. Jeroan seperti hati, ginjal, babat, usus, dan otak adalah pantangan utama. Daging merah seperti sapi dan kambing, daging olahan, serta ekstrak daging seperti abon dan dendeng juga tinggi purin.

Makanan laut seperti udang, cumi-cumi, kerang, kepiting, ikan sarden, dan ikan teri wajib dibatasi. Sebagai gantinya, pilih ikan rendah purin seperti salmon. Makanan kaleng seperti kornet dan sarden kaleng, serta kacang-kacangan dan sayuran tinggi purin seperti bayam, kangkung, kembang kol, dan asparagus juga sebaiknya dibatasi.

Hindari Alkohol dan Minuman Manis

Minuman beralkohol, terutama bir, dapat meningkatkan produksi asam urat sekaligus menghambat pengeluarannya oleh ginjal. Minuman manis tinggi fruktosa seperti soda dan jus buah kemasan juga dapat menaikkan kadar asam urat. Karbohidrat olahan seperti roti putih, kue, dan permen sebaiknya dibatasi, begitu pula gorengan dan makanan bersantan.

Sebaliknya, perbanyak makanan rendah purin seperti sayuran hijau, buah-buahan segar, biji-bijian utuh, dan produk susu rendah lemak. Buah kaya vitamin C seperti jeruk, pepaya, dan stroberi juga baik karena vitamin C membantu meningkatkan pembuangan asam urat melalui urine.

Penanganan dan Pencegahan Kambuh

Selain menjaga pola makan, penderita disarankan menjaga berat badan ideal dan berolahraga teratur. Minum air putih minimal 8 gelas sehari membantu ginjal membuang kelebihan asam urat dan mencegah terbentuknya batu ginjal. Kompres dingin pada sendi yang meradang dapat membantu meredakan nyeri dan bengkak.

Jika serangan sering kambuh, dokter dapat meresepkan obat penurun asam urat serta pereda nyeri. Jangan menunda pemeriksaan, sebab asam urat yang dibiarkan dapat menimbulkan komplikasi seperti benjolan tofus, kerusakan sendi, batu ginjal, hingga gangguan ginjal. Konsultasikan ke dokter untuk penanganan yang tepat.