8.406 Kasus TBC Ditemukan di Jakarta Selatan
Angka orang yang terjangkit tuberkulosis (TBC) masih tinggi di Indonesia. Di Jakarta Selatan saja, jumlah kasus yang ditemukan mencapai 8.406 hingga awal Oktober 2026, demikian data dari Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan.
Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Suku Dinas Kesehatan Jakarta Selatan, Fitria Ramdhita, mengatakan jumlah kasus TB yang ditemukan di Jakarta Selatan periode Januari sampai 5 Oktober 2026 sebanyak 8.406 kasus. Ia mengimbau masyarakat mengenali gejala TBC dan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Kenali Gejala TBC Sejak Dini
"Mari kenali gejala TBC seperti batuk lebih dari dua minggu, demam berkepanjangan, berkeringat di malam hari, dan berat badan menurun," kata Fitria. Pengenalan gejala dan pemeriksaan sejak dini menjadi langkah penting agar penderita TBC segera mendapatkan penanganan yang sesuai.
Masyarakat yang mengalami gejala tersebut diharapkan tidak menunda pemeriksaan, terutama apabila memiliki riwayat kontak erat dengan pasien TBC. Fitria juga mengimbau masyarakat melakukan skrining TBC secara proaktif.
Apa Itu Tuberkulosis dan Cara Penularannya
Tuberkulosis atau TB adalah penyakit menular akibat infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. TBC umumnya menyerang paru-paru, tetapi juga dapat menyerang organ tubuh lain, seperti ginjal, tulang belakang, dan otak.
Bakteri ini menyebar melalui udara ketika penderita TBC paru batuk, bersin, atau berbicara dan mengeluarkan percikan ludah (droplet) yang mengandung bakteri. Pada sebagian orang, sistem kekebalan tubuh mampu menahan perkembangan bakteri sehingga infeksi tidak menimbulkan gejala (TBC laten); namun jika daya tahan tubuh melemah, bakteri dapat berkembang menjadi TBC aktif.
TBC Bisa Disembuhkan, Skrining Kunci Utama
Menurut WHO, TBC termasuk penyakit menular yang mematikan. Indonesia berada di urutan ketiga negara dengan kasus TBC tertinggi di dunia setelah India dan Cina, dengan data 2019 menunjukkan sekitar 845.000 penderita.
Meski begitu, TBC adalah penyakit yang dapat disembuhkan dan penularannya bisa dicegah. "Segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan dan lakukan skrining TBC, terutama jika memiliki kontak erat dengan pasien TBC. TBC dapat disembuhkan dan penularannya dapat dicegah," tegas Fitria. Deteksi dini adalah kunci memutus rantai penularan.
Waspadai gejalanya dan segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan.



