Apa Itu ISPA

ISPA adalah singkatan dari Infeksi Saluran Pernapasan Akut, yaitu infeksi yang terjadi pada organ pernapasan mulai dari hidung, tenggorokan, bronkus, hingga paru-paru. Infeksi ini umumnya berlangsung hingga sekitar 14 hari dengan gejala utama batuk, pilek, dan demam. ISPA menjadi salah satu penyakit yang paling sering ditemui, terutama saat musim hujan dan ketika polusi udara meningkat.

Ada lebih dari 300 jenis mikroorganisme yang bisa menjadi penyebab ISPA, namun virus adalah penyebab paling umum. Virus-virus tersebut antara lain virus influenza, rhinovirus penyebab pilek, respiratory syncytial virus (RSV), adenovirus, hingga SARS-CoV-2 penyebab Covid-19. Bakteri seperti Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae juga dapat menyebabkan ISPA, meski lebih jarang.

Gejala dan Cara Penularan ISPA

Gejala ISPA bervariasi dari ringan hingga berat tergantung penyebabnya. Gejala umum meliputi batuk, pilek, sakit tenggorokan, demam dan menggigil, sakit kepala, nyeri otot, serta kelelahan. Pada kasus yang lebih berat, penderita dapat mengalami sesak napas, napas berbunyi, nyeri dada, hingga komplikasi serius seperti pneumonia atau radang paru.

ISPA menular melalui droplet atau percikan ludah saat penderita batuk, bersin, atau berbicara yang terhirup oleh orang sehat, serta melalui sentuhan pada permukaan benda yang terkontaminasi. Selain itu, polusi udara dan asap rokok dapat memicu sekaligus memperberat ISPA karena partikel polutan mengiritasi saluran pernapasan.

Pengobatan ISPA

Pengobatan ISPA disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahannya. Bila disebabkan oleh virus, pengobatan bersifat simtomatik: istirahat yang cukup, konsumsi banyak cairan, serta obat penurun demam atau pereda nyeri seperti paracetamol. Antibiotik hanya diresepkan dokter bila ISPA disebabkan oleh bakteri, misalnya pada sinusitis atau pneumonia bakterial.

Penting untuk tidak mengonsumsi antibiotik sembarangan karena tidak efektif melawan virus dan justru berisiko menimbulkan resistensi. Bila diduga menderita ISPA, konsultasikan ke dokter agar diagnosisnya tepat. Pada kasus ISPA berat dengan gangguan pernapasan serius, penderita mungkin memerlukan terapi oksigen hingga rawat inap di rumah sakit.

Cara Mencegah ISPA

Pencegahan utama ISPA adalah menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Cuci tangan secara teratur dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah beraktivitas di tempat umum, setelah batuk atau bersin, dan sebelum makan. Terapkan etika batuk dan bersin dengan menutup mulut dan hidung memakai tisu atau siku bagian dalam lengan.

Langkah pencegahan lain meliputi memakai masker saat berada di tempat umum atau keramaian, menghindari kontak dekat dengan orang yang sedang sakit, tetap di rumah bila sedang sakit agar tidak menulari orang lain, menjaga ventilasi dan kebersihan rumah, berhenti merokok dan menghindari asap rokok, serta melakukan vaksinasi seperti vaksin influenza tahunan. Bila muncul tanda bahaya seperti sesak berat, bibir membiru, atau kesadaran menurun, segera cari pertolongan medis.