Apa Itu Karang Gigi
Karang gigi terbentuk ketika bakteri dan sisa makanan menempel di gigi lalu mengeras akibat pengendapan mineral dari air liur. Kondisi ini bisa dikenali dari adanya lapisan kotoran berwarna kuning atau cokelat di antara gigi, di gigi bagian belakang, atau di sepanjang garis gusi.
Berbeda dengan plak yang masih lunak dan bisa dibersihkan dengan menyikat gigi, karang gigi yang sudah mengeras menempel kuat sehingga tidak bisa hilang hanya dengan sikat gigi biasa. Permukaannya yang kasar justru menjadi tempat ideal bagi plak baru untuk menumpuk kembali.
Bahaya Karang Gigi Bila Dibiarkan
Karang gigi yang terlalu lama dibiarkan tanpa penanganan dapat memicu berbagai masalah. Tahap awalnya adalah bau mulut dan radang gusi (gingivitis) yang ditandai gusi berdarah saat menyikat gigi. Bila berlanjut, peradangan dapat berkembang menjadi periodontitis, yakni infeksi pada jaringan penyangga gigi.
Akibatnya gigi bisa menjadi goyang bahkan copot karena gusi yang terkikis membuat akar gigi tidak lagi kokoh. Karang gigi juga meningkatkan risiko gigi berlubang dan gigi sensitif. Inilah alasan dokter gigi selalu menekankan agar karang gigi tidak disepelekan.
Cara Membersihkan Karang Gigi: Scaling
Satu-satunya cara efektif menghilangkan karang gigi adalah pergi ke dokter gigi untuk menjalani scaling. Dalam prosedur ini, seluruh karang gigi dibersihkan menggunakan alat pengikis bernama scaler, umumnya ultrasonic scaler yang bekerja dengan getaran ultrasonik.
Proses scaling memakan waktu sekitar 15-45 menit tergantung banyaknya karang gigi, dan mungkin membutuhkan beberapa kali kunjungan untuk pembersihan tuntas. Bila karang gigi sudah banyak hingga menyebabkan penyakit gusi, dokter dapat merekomendasikan pembersihan mendalam (deep cleaning) dengan tambahan prosedur root planing, yakni menghaluskan permukaan akar gigi agar gusi dapat menempel kembali.
Mencegah Karang Gigi Datang Kembali
Setelah scaling, karang gigi bisa dicegah agar tidak cepat menumpuk lagi. Sikatlah gigi dua kali sehari minimal dua menit dengan teknik yang benar menggunakan pasta gigi berfluoride, dan bersihkan sela-sela gigi dengan dental floss minimal sekali sehari. Obat kumur antiseptik membantu mengurangi bakteri penyebab plak.
Kurangi konsumsi makanan manis dan bertepung yang mempercepat pembentukan plak, serta perbanyak minum air putih. Yang tak kalah penting, periksakan gigi ke dokter minimal setiap enam bulan sekali untuk kontrol kesehatan gigi dan scaling ulang bila diperlukan.




