Empat Faktor Penyebab Jerawat

Jerawat adalah penyakit peradangan menahun pada kelenjar minyak yang perjalanan penyakitnya bisa lama dan mudah kambuh. Menurut dr. Risty Hafinah, SpDV, jerawat disebabkan empat faktor utama: produksi minyak berlebih, sumbatan minyak dan sel kulit mati di pori-pori, peradangan, serta bakteri Cutibacterium acnes (dulu disebut P. acnes) yang menjadi aktif.

Keempat faktor ini dipicu oleh banyak pencetus yang bersifat multifaktor, mulai dari perubahan hormon dan faktor genetik, stres, tidur larut malam atau begadang, debu dan udara kotor, kosmetik atau skincare yang tidak cocok, hingga pola makan. Makanan dan minuman manis, olahan tepung seperti roti dan mi, gorengan, susu dan keju, serta junk food termasuk pemicu yang sering dilaporkan memperparah jerawat.

Cara Mengatasi Jerawat Ringan

Bila jerawat masih tergolong ringan, perawatan mandiri dengan skincare yang tepat bisa membantu. Pilih produk berkandungan retinol, niacinamide, salicylic acid atau AHA BHA, dan sulfur yang bekerja mengurangi minyak, membuka sumbatan pori, dan menekan peradangan.

Selain itu, perbaiki pola hidup: batasi makanan pemicu jerawat, tidur maksimal pukul 11 malam, kelola stres, dan hindari dulu penggunaan makeup tebal. Jangan memencet atau menggaruk jerawat karena justru memperparah peradangan dan berisiko meninggalkan bekas kehitaman maupun bopeng.

Kapan Butuh Obat Resep Dokter

Bila jerawat tergolong sedang-berat, atau jerawat ringan yang tak kunjung membaik meski sudah memakai skincare, perawatan mandiri saja tidak cukup. Diperlukan krim oles kategori obat yang penggunaannya perlu resep dan pengawasan dokter, seperti retinoid (adapalen, tretinoin), antibiotik oles, benzoil peroksida, atau asam azelat.

Pada kasus tertentu dokter juga dapat meresepkan obat minum, misalnya antibiotik. Karena jerawat mudah kambuh selama faktor pemicunya belum dihindari, pengobatan membutuhkan waktu dan konsistensi. Jangan membeli obat keras tanpa resep karena dosis yang keliru berisiko mengiritasi kulit.

Konsultasi ke Dokter Kulit

Segera konsultasikan ke dokter spesialis kulit (SpKK/SpDV) bila jerawat tak kunjung terkontrol, terasa nyeri, meninggalkan bekas yang mengganggu, atau memengaruhi kepercayaan diri. Dokter akan menilai derajat keparahan jerawat dan menyusun rencana perawatan yang tepat, termasuk opsi tindakan medis seperti chemical peeling atau terapi laser untuk kasus tertentu.

Ingat, jerawat yang ditangani sejak dini dan dengan cara yang benar memiliki peluang sembuh lebih baik. Hindari bergonta-ganti produk tanpa jeda evaluasi dan selalu utamakan saran medis dibanding tren perawatan yang belum terbukti.